Perang Troya telah berakhir. Pasukan Yunani telah mundur dan meninggalkan kuda raksasa di gerbang Troya. Rakyat Troya pun bergembira ria dan menyambut kemenangan itu dengan suka cita, namun Cassandra putri Raja Priam, berteriak-teriak memperingatkan tentang bahaya kuda raksasa itu dan kehancuran Troya. Tidak ada yang mempedulikannya. Raja dan Ratu malah menganggapnya gila dan kemudian mengurungnya. Bencana pun terjadi manakala kuda raksasa tersebut masuk ke Troya. Pasukan Yunani yang bersembunyi di dalam kuda raksasa, keluar dan meluluhlantakkan Troya, persis seperti ramalan Cassandra.
Kisah Cassandra ini kemudian diangkat menjadi fenomena yang menarik dalam dunia psikologi. Seseorang dapat mempunyai kemampuan untuk memprediksi suatu bencana, namun tidak ada orang yang mempercayainya. Di waktu kemudian terbukti bahwa apa yang diramalkannya menjadi nyata. Fenomena ini disebut
Cassandra Syndrome, merujuk pada kisah Cassandra yang dikutuk oleh Dewa Apollo untuk mengetahui hal yang terjadi di masa yang akan datang, namun tidak ada orang yang akan mempercayainya.
Beberapa film seperti Twelve Monkeys dan Terminator II, mengangkat tema ini.
Dalam konteks kekinian, tulisan ini (
Mama Laurent Sudah Meramal Tentang Musibah Bencana Alam) bisa jadi merupakan contoh Cassandra Syndrome.
Peramal mempunyai dilema dalam menyampaikan ramalan yang buruk. Apabila disampaikan, orang cenderung akan mengabaikannya, menyalahkannya, atau mengecap yang buruk-buruk padanya. Apalagi jika ramalan yang buruk tersebut tidak terjadi, orang akan makin merendahkannya. Namun pada saat ramalan terjadi, sang peramal juga tidak dapat berbuat apa-apa. Dia menjadi menderita akibat ramalan yang dibuatnya, bahkan tampak seperti orang gila, persis seperti yang dialami oleh Cassandra dalam mitologi Yunani.
Sumber:
Cassandra SyndromeCassandra