Dari
Detik.com Hati-hati kalau ngasih nama anak di Malaysia, karena pemerintah Malaysia sekarang mulai mengatur pemberian nama.
Nama anak yang dilarang diberikan adalah nama2 yang punya arti jelek atau tidak lazim buat nama manusia. Dari berita di bawah ini, kelihatannya tidak masalah. Apalagi kalau dalam Islam, dikatakan bahwa "nama adalah doa", jadi jangan memberikan nama yang jelek untuk anak, takut nanti anaknya jadi minder atau bertingkah laku buruk sesuai dengan namanya.
==
Kuala Lumpur - Para orang tua di Malaysia harus berhati-hati
dalam memberikan nama bagi anaknya. Alasannya, pemerintah Malaysia mengeluarkan
kebijakan tentang pemberian nama bagi anak yang baru
dilahirkan.
Maksudnya, jika ada nama anak yang tidak patut -dalam
pandangan pemerintah, maka nama anak tersebut sebaiknya
diganti.
Sebagaimana dikutip AFP dari The New Straits Times, Departemen
Pencatatan Kependudukan Nasional Malaysia tidak akan memperbolehkan nama-nama
dengan makna yang memiliki makna yang tidak diperkenankan dalam 3 bahasa yang
digunakan di negeri ini.
Jumlah penduduk Malaysia saat ini sebanyak 26
juta dan didominasi 60 persen orang Melayu, 26 persen dari etnis Cina, dan 8
persen India.
Juru bicara Departemen Pencatatan Kependudukan Malaysia,
Jainisah Moh Noor mengatakan, sejumlah nama telah didaftar dan disusun dari
berbagai agama dan kelompok etnis.
Dalam budaya Melayu, nama Zani yang
berarti perzinahan dan Woti yang berarti hubungan seksual, telah dilarang. Bagi
warga India, Karrupan yang berarti budah hitam, juga dianggap
tabu.
Begitu juga nama seperti Ah Kow yang berarti anjing dalam dialek
Kanton, atau Ah Gong yang bermakna pikiran tidak sehat, juga
dilarang.
Nama-nama Cina lain yang masuk daftar yang dilarang antara lain
Chow Tow, Sum Seng.
Janisah berharap para orang tua tidak menamai anaknya
dengan warna, nama binatang, serangga, buah-bahan ataupun sayuran.
Di
masa silam, sejumlah komunitas Cina menamai anak mereka dengan nama-nama yang
tidak menguntungkan, yang diyakini akan menyebabkan kesialan.
"Kami hanya
bisa menyarankan mereka, namun jika mereka tetap ngotot setelah kita beritahu
bawa itu tidak pantas, mereka tetap diperbolehkan untuk menggunakan nama itu,"
terang Janisah.