Berlian adalah abadi ... begitu iklan de Beers, perusahaan berlian dunia.
Tapi banyak yang nggak tahu mengenai konflik yang terjadi di balik penambangan berlian.
Kalau orang bilang, mutiara itu dibuat dengan rasa sakit sang kerang, maka berlian dibuat dengan tenaga kerja paksa orang2 afrika, dan hasilnya dijual buat membiayai perang di afrika sono. Makanya ada yang bilang, berlian konflik, atau conflict diamond. Tapi kata de Beers dan perusahaan2 berlian sih, itu semua adalah masa lalu. Saat ini 99% berlian yang dijual di dunia adalah bebas konflik. Katanya ....
Makanya pas Leonardo di Caprio bikin film yang judulnya "Blood Diamond", yang mengupas tentang berlian konflik di Afrika, de Beers meradang dan merasa cemas akan hasil penjualan berliannya nanti. Sekaligus takut akan perubahan persepsi orang2 yang membeli dan memakai berlian yang ujung2-nya pada penghasilan mereka, tentu saja.
Tapi Suku San Bushmen di Botswana, negeri penghasil terbesar berlian di mana
De Beers menempatkan perusahaan utamanya, telah minta pertolongan
DiCaprio agar mereka bisa kembali ke tanah nenek moyang mereka di mana
mereka terusir.
"Rekan-rekan kami memberitahukan bahwa anda (DiCaprio
--Red) bermain di film
Blood Diamond
yang menampilkan seberapa parah berlian dapat membawa luka. Kami tahu
hal ini. Ketika kami diusir dari tanah kami, pejabat mengatakan hal itu
dilakukan karena ada temuan berlian," tulis surat terbuka mereka kepada
DiCaprio.
Hmm, menarik ya ... ternyata konflik seputar berlian masih abadi, seabadi berliannya.
Bacaan lebih lanjut
http://www.gatra.com/artikel.php?id=99004http://en.wikipedia.org/wiki/Conflict_diamond