Baca berita
ini , aku jadi berpikir, apa yang sebenarnya pengin Anda tonton dari teve? Apakah acaranya (entah apapun acara itu) atau iklannya. Mengapa saya bertanya seperti ini, karena saya pernah baca ada orang yang bilang, dia lebih tertarik buat nonton iklan, ketimbang acaranya sendiri. Anda masuk yang mana?
Antara acara dan iklan, buat teve umum memang ada saling ketergantungan. Acara butuh iklan yang akan membiayai penyiarannya, sementara iklan sendiri butuh media tempat dia ditaruh. Makanya ada sistem rating dan prime time, di mana biasanya pengiklan berlomba-lomba untuk memasang iklan di jam itu, dan bayarannya semakin tinggi dibanding acara lain yang ratingnya lebih rendah atau waktu tayangnya di luar prime time.
Sekarang kembali ke soal program pengalih iklan seperti yang ada di berita di atas. Kalau misalnya pas di tengah acara ada iklan, terus kira-kira dialihkan ke mana ya? Dialihkan ke teve lain? Lha kalau teve lain juga pas iklan, dan semua teve lain juga iklan semua terus ngapain dong? Idle?
Saya sendiri, kalau nonton teve, termasuk yang suka menikmati iklannya. Di sisi lain, iklan juga bisa jadi jeda. Misalnya pas kita lagi nonton acara film di teve, terus pengin pipis, ditunda dulu sampe iklan, baru pipis. Coba kalau nonton film di bioskop, terus kebelet pipis. Mau keluar kan jadinya ketinggalan adegan berikutnya dong. Mana toiletnya jauh lagi. Makanya kalau mau nonton film di bioskop sebaiknya pipis dulu, biar tidak terkena HIV (Hasrat Ingin Vivis) di tengah2 nonton film yang tentunya akan mengganggu acara nonton.