Wikan Danar's posts with tag: film

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag film
Blog Entry300, propaganda melawan Iran?Mar 19, '07 3:55 PM
for everyone
Entah kenapa Hollywood akhir-akhir ini semakin sering mengeluarkan film2 epik yang semakin berdarah-darah. Mungkin terinspirasi oleh keberhasilan Lord of The Ring, Kingdom of Heaven, Troy, Apocalypto kini muncul 300 sebagai film yang mengangkat kisah (fiksionalisasi) sejarah, dengan penggambaran yang berdarah-darah.

300 adalah judul film adaptasi sebuah novel grafis 300 karangan Frank Miller yang mengisahkan Perang Thermopylae pada tahun 480 SM. Berkisah tentang Raja Sparta Leonidas beserta 300 prajuritnya yang berjuang melawan Raja Persia Xerxes dengan sejuta prajuritnya. Pengorbanan Leonidas dan prajuritnya ini menginsipirasi Yunani untuk bersatu melawan penjajahan Persia. Di Sparta, Ratu Gorgo berkampanye untuk menggalang dukungan buat suaminya.

Itu garis besarnya. Namun di balik pembuatan film tersebut ada kontroversi dan kritik, karena bagaimanapun film tersebut tidak terlepas dari keinginan orang yang berada di belakangnya untuk menonjolkan sisi tertentu. Jadi film itu bukanlah semata-mata film sejarah, tapi mempunyai nilai-nilai yang disampaikan.

Misal, Ephraim Lytle, asisten profesor sejarah Helenistik di Universitas Toronto menyatakan bahwa penggambaran Persia sebagai monster dan Yunani non-Sparta lemah merupakan gambaran yang bermasalah dan aneh dari sudut pandang sejarawan Yunani kuno.

Touraj Daryaee, asociate profesor Sejarah Kuno di California State University, juga menyoroti tema sentral film, tentara Sparta yang "merdeka" dan "pecinta demokrasi" melawan "budak" Persia. Daryaee berpendapat bahwa Achaemenid (Persia) menyewa dan menggaji orang-orangnya tanpa mempedulikan jenis kelamin atau etnis, sementara Yunani abad kelima, kurang dari 14% populasi berpartisipasi dalam demokrasi, dan hampir 37% adalah budak. Dia juga menambahkan bahwa Sparta adalah "negara monarki militeris, bukan demokrasi" dan mempunyai banyak budak (kaum Helot).

Sejak pembukaannya, 300 telah menimbulkan kontroversi dalam penggambaran Persia kuno, dan berbagai kritikus, wartawan, dan pejabat pemerintahan Iran telah mengutuk film ini. Persia digambarkan sebagai pasukan barbar, sementara Raja Xerxes digambarkan sebagai sosok andragoni, hal yang bertentangan dengan maskulinitas pasukan Sparta.

Dimitris Danikas, kritikus film Yunani, menyatakan bahwa film yang menggambarkan pasukan Persia sebagai bangsa yang haus darah menunjukkan instink rasisme bangsa Eropa dan Amerika.

Sementara dari Iran sendiri, menyoroti reaksi keras rilis film 300 yang bertepatan pada Nourouz, tahun baru Persia, serta kekaisaran Achaemenid (yang menjadi antagonis di film ini) yang termasuk lembaran emas dalam sejarah Iran. Berbagai sorotan menanggapi film ini, sebagai gambaran "perang peradaban" (clash of civilization) antara barat dengan timur, apalagi jika dikaitkan dengan kondisi kontemporer di mana intensitas konflik tengah memanas di teluk Persia.

Sumber: 300

LinkLong Road to Heaven, film kisah tragedi BaliJan 27, '07 1:51 PM
for everyone
Link: http://www.kalyanashira.com/longroadtoheaven/

Di Amerika, banyak film yang mengisahkan tentang tragedi 9/11 baik dari sisi dokumenter maupun analisis-analisis di balik itu. Di Indonesia tragedi pengeboman di Bali menyisakan banyak luka dan prasangka, dan butuh banyak waktu untuk memulihkan semua itu. Kerugian materi mungkin bisa diganti dan dicari. Tapi nyawa yang hilang tidak akan kembali. Lalu untuk apa segala pengorbanan itu? Untuk suatu ideologi atau apa? Ataukah kemanusiaan sudah luntur demi suatu janji surga?

Long Road to Heaven, film garapan baru Kalyana Shira bukanlah film dokumenter tentang tragedi pengeboman Bali. Ia bercerita seputar dan mengambil setting saat itu. Suatu upayah yang gigih dari kaum film Indonesia untuk menjembatani hal-hal yang perlu dijembatani. Ketidakpedulian adalah salah. Penyalahan terhadap korban jauh lebih salah lagi. Semoga kita bisa saling memahami dan bergandengan tangan, merintis jalan menuju perdamaian abadi.

Orang jerman memang gila. Masak judul buku dan film diganti-ganti secara semena-mena. Contohnya yang satu ini. The Da Vinci Code, karangan Dan Brown. Sudah ngetop ke seluruh dunia dengan judul seperti itu, eh sampai di Jerman judulnya jadi ganti: Sakrileg (yang berarti: pencemaran, penghujatan). Pantesan, nyari2 buku The Da Vinci Code dalam bahasa Jerman kok gak ada, ternyata udah diganti judulnya. Sampulnya pun berubah, dari yang ada gambar lukisannya si Leonardo Da Vinci, jadi pecahan batu bertumpuk dan salib.

Terus nemu lagi bukunya Dan Brown, judulnya Illuminati. Ini bukunya Dan Brown yang mana lagi ya? Cari2 di section buku bahasa Inggris, gak ada. Ternyata setelah iseng2 buka dan membandingkan, judul aslinya dalam bahasa Inggris adalah Angels and Demons. Dasar orang Jerman sinting!

Banyak judul film yang diganti secara semena2 di Jerman. Masih mending cuman diterjemahkan. Kadang atau bahkan sering diganti dengan bahasa Inggris pulak Kata temanku, kalau judul dalam bahasa Inggris biasanya maknanya tersirat, implisit, dalam, sementara kalau sudah diubah ke bahasa jerman jadi eksplisit dan jelas (obvious). Contohnya

  1. The Da Vinci Code jadi Sakrileg. Da Vinci Code kan kesannya suatu yang misterius, penuh arti. Apa itu kode Da Vinci? Jadi penasaran kan orang membacanya. Kalau Sakrileg? Penghujatan. Wah ... ini buku isinya penghujatan terhadap agama nih. Dari awal aja, orang udah tahu ini isinya pasti tentang apa.
  2. Angels and Demons jadi Illuminati. Angels and Demons kan sesuatu yang di awang2, fantastis. Sama orang Jerman diredusir kesannya jadi kisah suatu kelompok misterius bernama Illuminati.
  3. Miss Congeniality, tebak jadi apa? Miss Undercover ... so obvious kan? Ini pasti ceritanya tentang seorang miss yang nyamar (undercover). Keliatan di sini, bahkan orang Jerman pun tidak punya cukup istilah dalam bahasa Jerman untuk menerjemahkan ke dalam bahasa Jerman dan memilih mengganti judulnya tetap dalam bahasa Inggris.
  4. Cinderella Man, jadi Das Comeback. Ini cerita seorang petinju (Rusell Crowe)yang udah tua dan kalahan yang akhirnya berusaha comeback ke dunia tinju untuk dapet duit. Liat judul Cinderella, dan analogi dengan cerita Cinderella, bandingkan dengan judul dalam bahasa Jerman yang begitu jelas (das Comeback)
  5. The Pacifier jadi Babynator. Ini cerita prajurit Navy Seal (Vin Diesel) yang ditugaskan untuk menjaga bayi2 seorang profesor demi kepentingan rahasia negara. Judul pacifier, kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bisa berarti empeng atau penenang. Kalau Babynator mungkin menangkap kesan gagahnya si Vin Diesel yang kayak Arnold di Terminator. Tapi dia kan bukan untuk menterminate si baby, kan?
  6. A time to Kill jadi Die Jury. Ini cerita pemerkosaan seorang anak kulit hitam di Amerika oleh orang2 kulit putih. Waktu persidangan, si bapak membunuh orang2 kulit putih tersebut dan akhirnya disidangkan. Cerita dibangun saat pengacara kulit putih berusaha membela si bapak kulit hitam ini. Die Jury? Bukan mati para juri, tapi para juri saja (die itu artikel, sama kayak the, biasanya buat feminin atau plural). Gue sampe ngubek2 IMDB buat nyari tahu judul asli Die Jury, yang dibintangi Sandra Bullock. Tahunya bener A time to Kill.
  7. Indicent Proposal, jadi Unmoralische Angebot. Ini rada-rada klop. Cuman cukup bikin gue ngakak, soalnya angebot (artinya penawaran) itu term yang suka dipake sama supermarket2 di sini. Jadi kira-kira artinya penawaran yang tidak bermoral. Lumayan ...
Beberapa film dibiarkan dalam judul aslinya. Banyak juga yang diterjemahkan secara harafiah ke dalam bahasa Jerman, seperti The Incredibles jadi Die Unglaublichen (artinya sama). Untung Mission: Impossible gak diterjemahkan jadi Mission: Unmoglich!

 


LinkBocoran Cerita FilmMay 14, '06 1:20 PM
for everyone
Link: http://www.themoviespoiler.com/index.html

buat yang males nunggu plot cerita film dan akhir cerita film (alias spoiler) bisa ngakses ke website ini. Buat yang nggak pengin tahu cerita film sebelum nonton sampe akhir, jangan buka website ini.

LinkSinema IndonesiaMay 1, '06 8:54 PM
for everyone
Link: http://www.sinema-indonesia.com/

Setelah absen dari http://sinemaindonesia.multiply.com, ternyata Sinema Indonesia pindah ke situs ini. Isinya tetep sama, review2 film2 yang lagi rame di indo, ditambah berita2 lain seputar film indonesia. Cuman saya liat reviewnya belum/tidak se-menggigit waktu di multiply dulu. Mungkin gara2 kritikannya terlalu pedas, makanya banyak orang (dan mungkin terutama sutradara film) yang gak suka cara pemaparan reviewnya. Lebih alus sih ... tapi jadi garing :P gak ada bedanya sama yang di kompas, even worst


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg