http://www.spiegel.de/international/0,1518,460449,00.htmlIndonesia pasca-reformasi memunculkan maraknya demonstrasi di mana-mana, untuk berbagai permasalahan dan kasus. Mulai dari persoalan kehidupan sehari-hari sampai soal perundang-undangan. Demonstrasi sudah jadi trend, seakan-akan demokrasi berarti demonstrasi.
Hal ini ternyata memunculkan lahan bisnis baru, penyewaan demonstran. Kalau Anda punya tema, punya uang, tapi tidak punya massa, Anda tinggal kontak organisasi massa tertentu atau pentolan kelompok tertentu dan massa akan siap berdemonstrasi sesuai pesanan Anda.
Bisnis ini dicuplik secara cerdas dalam film "Kejar Jakarta" di mana salah satu adegannya menceritakan sang aktor yang dari daerah diajak temannya untuk ikut demonstrasi dan mendapatkan bayaran.
Trend bisnis persewaan demonstran di Indonesia ini ternyata merebak juga di Jerman. Bedanya kalau di Indonesia Anda kontak dengan kelompok tertentu, di Jerman - sedikit lebih maju - Anda bisa sewa via Internet. Dengan mengunjungi
Erento.com Anda dapat menyewa demonstran sesuai dengan spesifikasi yang Anda maui. Mau tampang Asia, Eropa, atau Afrika. Mau tua atau muda. Mau pria atau wanita, umur berapa. Persis seperti biro jodoh saja

Saat ini ada 300 lebih profil calon demonstrator yang bisa Anda sewa, dan masing-masing punya spesifikasi tertentu yang bisa Anda pilih. Biayanya 145 EUR per 6 jam, tapi ada juga yang mau dibayar 10 EUR per jam. Menarik ya? Ada yang butuh demonstran?
