Reviews

ReviewReviewReviewReview[cerita super pendek] Kiamat Dec 21, '06 4:43 PM
for everyone
Category:Other
Kuliah Fisika Modern
Setting: ruang kuliah

Pak Dosen sedang menerangkan tentang anti materi dan anihilasi (pemusnahan).
Pak Dosen : "Jadi, selain materi yang telah kita kenal, ada juga yang namanya anti materi."

"Anti materi ini punya sifat yang berlawanan dengan materi."

"Contohnya adalah positron. Positron adalah anti materi dari elektron."

"Jika elektron mempunyai nilai -1, maka positron memiliki nilai +1, dan keduanya memiliki massa yang sama".

"Apa akibatnya jika -1 bertemu dengan +1? ... BUUUM ... 0 ... Nihil ... A-Nihil-asi ...
Elektron dan positron akan musnah, dan sesuai dengan hukum kekekalan energi dan massa, maka massa yang musnah akan menjadi energi atau massa yang lain".

"Oke. Itu tadi contoh untuk materi dengan massa yang sangat-sangat kecil. Jika materi itu berupa hal yang lebih besar, misal bumi dengan anti-bumi, atau matahari dengan anti-matahari, tentu bisa kalian bayangkan dampaknya".

"Mas .. mas ... bangun, Mas!"

Uh, oh ... ada suara yang membangunkanku. Rupanya aku tertidur di ruang kelas saat kuliah Fisika. Samar-samar aku melihat sosok di samping yang membangunkanku. Dia tampak mirip denganku, tapi wajahnya berkebalikan denganku. Seperti melihat negatif film saja.

"Siapa ya ...?", tanyaku.

"Aku ... anti-kamu".

Aaaaargh ....


ReviewReviewReviewReview"Gym" TheoryDec 11, '06 2:18 PM
for everyone
Category:Other
Buat yang masih susah memahami alasan Aa Gym menikahi Teh Rini, mungkin tulisan di bawah ini bisa memberi pandangan yang lain tentang alasan tersebut. Tidak dari sisi agama atau sosial, tapi dari sisi saintifik.

Buat yang pernah menonton film "A Beautiful Mind", mungkin bisa kebayang ilustrasinya. Alkisah, John Forbes Nash (diperankan oleh Russel Crowe) pergi ke bar bersama teman-temannya. Di sana dia bertemu dengan sekelompok wanita cantik. Di antara sekelompok wanita tersebut ada satu yang paling cantik, dan ia membayangkan bahwa teman-temannya yang laki-laki akan mendekati si cewek yang paling cantik itu. Akibatnya mereka akan bersaing satu sama lain, sementara teman-teman si cewek yang paling cantik itu tidak akan kebagian pasangan. Jika kemudian teman-teman John Nash gagal mendapatkan si cewek tercantik itu, maka mereka akan berpaling ke temen-temennya si cewek tercantik. Tapi mereka juga akan gagal, karena temen-temen si cewek itu juga tidak mau jadi pilihan kedua.

Satu-satunya jalan adalah dengan mengabaikan atau mengeliminasi si cewek tercantik. Dengan demikian temen-temennya Nash akan mendapatkan pasangan masing-masing.

Dari inspirasi ini, John Nash kemudian mengembangkan teori yang kemudian dikenal dengan nama "Game Theory" (kalau dibahasaindonesikan jadi teori gym, atau teori permainan). Dan karena teori inilah, tahun 1994 John Nash meraih penghargaan Nobel untuk bidang ekonomi. Saat ini "Game Theory" telah diterapkan dalam berbagai bidang, ekonomi, biologi, informatika, politik, filosofi dan sosiologi.

Menurut saya, Aa Gym telah mengaplikasikan teori gym ini dalam pernikahannya dengan Teh Rini. Jadi daripada santri-santri/karyawan-karyawan DT ribut-ribut memperebutkan Teh Rini dan mengakibatkan kinerja mereka tidak produktif, maka sebaiknya Teh Rini dieliminasi (dengan diperistri oleh pimpinan). Dengan demikian maka karyawan-karyawan DT akan bertemu dengan pasangan-pasangannya sendiri, dan keadaan di DT akan kembali normal bebas dari persaingan memperebutkan Teh Rini.

Mudah-mudahan dengan penjelasan teori ini, alasan Aa Gym menikahi Teh Rini lebih bisa dimengerti. Ya kalau belum jelas, wajar saja. Barangkali teori ini hanya bisa dipahami oleh ilmuwan-ilmuwan sekelas peraih Nobel :)

Baca lebih lanjut tentang
1. Game Theory
2. Film A Beautiful Mind

ReviewReviewReviewReviewReviewTeori Kategori (Category Theory)Oct 25, '06 6:20 AM
for everyone
Category:Other
Dalam dunia matematika, teori kategori berhubungan dengan struktur matematika dan hubungan antar struktur tersebut secara abstrak. Saat ini kategori digunakan dalam matematika, informatika teori, dan fisika matematis. Kategori diperkenalkan pertama kali oleh Samuel Eilenberg dan Saunders Mac Lane pada tahun 1942-1945, dalam hubungannya dengan topologi aljabar.

Contoh Kategori
Misalkan kita mempunyai himpunan (yang lalu kita sebut dengan object beserta fungsi total di antar himpunan tersebut (yang lalu kita sebut morphism, maka properti kategori adalah sebagai berikut.


  • Tipe Fungsi. f: A -> B berarti fungsi f memetakan dari himpunan A ke himpunan B.
  • Komposisi. Kita bisa menggabungkan dua fungsi f dan g, jika himpunan target dari fungsi pertama sama dengan himpunan sumber dari fungsi kedua, misal f: A -> B dan g: B -> C untuk beberapa himpunan A,B, dan C. Komposisi biasanya dilambangkan dengan g o f.
  • Fungsi Identitas. Untuk setiap himpunan A, terdapat fungsi identitas id A : A -> A

ReviewReviewReviewCoca Cola ZeroAug 18, '06 4:28 AM
for everyone
Category:Other
Kalau di Indonesia ada Bintang Zero yang ngakunya 0% alkohol, di Jerman sekarang ada Coca Cola Zero yang ngakunya 0% gula (aku nggak tahu apa di Indonesia sekarang juga udah ada). Tidak diperkenalkan secara khusus sebagai minuman diet, Coca Cola Zero ini bisa dinikmati oleh siapa saja yang mau menghindari gula, yang katanya kalau kebanyakan bisa bikin gendut dan nggak sehat.

Promosi Coca Cola Zero di Jerman cukup besar, ada iklan di tivi dan pamflet2 berukuran raksasa di mana2. Mengenai rasanya sih, ngakunya kayak Coca Cola biasa, tapi nggak pake gula (entah pake pemanis buatan, aku belum ngecek). Yang jelas, dari hasil nyobain tester gratis yang dibagiin di Prager Strasse aku ngrasain rasanya sih rada2 mirip Coca Cola yang biasa, tapi rada2 pait juga (emang jamu?).

Di Indonesia dulu pernah mengalami rasa Coca Cola yang berbeda jaman krismon. Aku rasakan sebelum krismon dan bandingkan Coca Cola sesudah krismon rasanya beda, jadi agak encer gitu. Entah mungkin formulanya agak diubah, dicari yang murah, biar harga Coca Cola tetep murah, kali.

Anyway, gue bukan penggemar berat Coca Cola. Soal minuman bersoda, gue prefer Sprite ketimbang Cola. Kalau disuruh milih, gue bakal milih Sprite ketimbang Cola. Kalau kemarin nyobain Coca Cola Zero, itu ... mumpung gratis :))


ReviewReviewReviewReviewBekerja dengan LaTEXJun 13, '06 12:35 AM
for everyone
Category:Other
LaTEX (dibaca Lay-tech, atau Lah-tech seperti pada technology) adalah suatu typesetting system yang berguna untuk melakukan pemformatan pada penulisan dan pencetakan dokumen. Berbeda dengan Microsoft Word atau Word Processor lain, LaTEX ini bukan sistem yang menganut WYSIWYG (What You See is What You Get). Kita harus memberikan perintah-perintah, semacam tag dalam HTML, yang memungkinkan munculnya efek pemformatan pada hasil akhir. Hasilnya dapat di-preview, untuk kemudian dicetak di atas kertas dengan hasil yang profesional ala percetakan ... begitu janjinya.

Belajar menggunakan LaTEX ini lumayan rumit juga. Seperti halnya dengan penggunaan HTML, kita perlu menghafal, atau paling tidak membaca/mencari-cari perintah untuk menampilkan efek tertentu. Namun dengan semakin sering kita berlatih dan menggunakan LaTEX, lama-lama juga bisa hafal di luar kepala. Beberapa text editor seperti WinEdt juga menyajikan fasilitas yang memudahkan penulisan dokumen LaTEX.

Dari sejarahnya, TeX (program pemformat LaTEX) diciptakan oleh Donald E. Knuth, nama yang tidak asing lagi di dunia komputer. Dia menciptakan TeX untuk mengeset teks dan formula matematika. Knuth menulis pertama kali dengan TeX typesetting engine pada tahun 1977. LaTEX pertama dibangun oleh Leslie Lamport dengan memanfaatkan TeX formatter sebagai engine-nya. Tahun 1994, LaTEX dikembangkan oleh LaTEX 3 team yang dipimpin oleh Frank Mittelbach, yang kemudian diberi nama LaTEX 2e (dibaca "Lay-Tech two e").

Saat ini LaTEX banyak digunakan di bidang matematika dan computer science karena kemampuan penulisan formulanya yang luar biasa, yang menurut saya susah ditandingi oleh Word Processor semacam Microsoft Word. Banyak textbook dan paper di bidang matematika dan computer science biasa ditulis dengan LaTEX. Selain itu dokumen dalam LaTEX juga mudah ditransfer ke dalam bentuk file pdf atau ps (postscript). Kekurangannya menurut saya, bagi orang awam, tidak cukup user friendly. Orang harus meng-compile terlebih dahulu dokumen yang ditulis dalam TeX untuk melihat hasilnya dalam bentuk file dvi. Jadi tidak bisa langsung dilihat di layar saat itu juga. Tapi yang jelas LaTEX dan TeX ini free (bebas, gratis) dan bisa jalan di berbagai platform, tidak seperti Microsoft Word yang (sebenarnya) harus bayar. Cuma, saya belum menemukan kompatibilitas antara LaTEX dengan Word Processor yang lain.

Beberapa pengalaman saya ber-"sentuhan" dengan LaTEX adalah sebagai berikut.

  1. Pertama kali mendengar dan tahu LaTEX adalah sewaktu kuliah di Informatika ITB. Kebetulan ada kuliah pengolahan citra yang dosennya mensyaratkan penulisan laporannya dengan menggunakan LaTEX. Tapi berhubung saya tidak mengambil kuliah tersebut, akhirnya saya hanya "tahu" dan "mendengar" saja dari teman-teman yang sudah mengambil kuliah itu dan membuat laporannya dalam bentuk dokumen LaTEX.
  2. Pengalaman kedua, waktu mengurus Jurnal Informatika, ada pertanyaan dari seseorang yang menanyakan bolehkan mengirim paper dalam bentuk dokumen LaTEX (atau ps/pdf sebagai turunannya). Saya bilang, berhubung standard kita pakai Microsoft Word, ya mohon maaf kita tidak bisa terima. Soalnya saya sendiri juga masih suka mengedit tulisan-tulisan sebelum masuk ke jurnal (masalah header/footer, penomoran halaman, salah ketik, section, dll). Belum kebayang waktu itu gimana caranya mengedit file LaTEX. Wong kalau dikirimi file pdf suka bingung dan kesal juga, soalnya berarti saya harus meng-copy paste dokumen tersebut untuk kemudian saya ubah jadi Word file. Jadi mendingan dikirim Word aja deh. (Belakangan saya baca beberapa jurnal/konferensi menerima juga tulisan dalam bentuk TeX file, ps ataupun pdf, cuma saya masih belum tahu bagaimana editingnya dan penyelarasannya sebelum naik cetak).
  3. Pengalaman ketiga, terpaksa juga bikin dokumen di LaTEX untuk tugas kuliah Reasoning Agents 2 di Computational Logic TUD. Sebenarnya dosen sih tidak mensyaratkan untuk pakai LaTEX. Tapi berhubung saya lihat LaTEX cukup powerful dalam penanganan penulisan formula, akhirnya saya pakai LaTEX, walaupun sebelumnya saya nulis dulu di Word, baru di-copy-paste ke LaTEX. Perintah-perintah LaTEX baru saya tambahkan berikutnya. Ternyata LaTEX tidak sesusah yang saya kira, walaupun tidak mudah juga.
  4. Sekarang saya pakai LaTEX untuk penulisan project dan thesis saya.


Yang saya heran, walauapun LaTEX ini cukup terkenal di kalangan matematikawan, informatikawan, dan computer scienticst, pemanfaatannya masih kurang memasyarakat di Informatika ITB. Yang saya tahu baru satu dosen pengolahan citra itu yang mensyaratkan penggunaan LaTEX untuk penulisan laporan tugasnya. Mungkin nanti kalau saya kembali ke Informatika ITB, saya mau pakai LaTEX juga, biar mahasiswa mengenal "dunia lain" selain Microsoft Word.

Referensi:
The Not So Short Introduction to LaTEX 2e (or LaTEX 2e in 95 minutes), by Tobias Oetiker, Hubert Partl, Irene Hyna and Elisabeth Schlegl, Version 3.20, 09 August, 2001.




ReviewReviewReviewReviewPanggil Aku Lex (Lex Luthor, Pahlawan Amerika)May 21, '06 11:03 PM
for everyone
Category:Books
Genre: Science Fiction & Fantasy
Author:-
Alexander Luthor alias Lex Luthor, selama ini dikenal sebagai tokoh penjahat musuh Superman. Namun di balik sikap dan perbuatannya tersebut, ternyata Lex Luthor mempunyai jiwa patriot Amerika sejati. Buku ini mengungkap gagasan-gagasan Lex Luthor untuk Amerika yang anti-diskrimasi, konstitusional, patriotis, serta menghargai kerja keras. Beberapa kutipan yang menarik di bawah ini

Lex tentang anti-diskriminasi (Masa Kecil Lex, halaman 15)
"Saya tahu rasanya dilecehkan dan dikucilkan. Sewaktu kecil, saya jelek, botak, dan tidak populer. Cewek-cewek menjauhi dan melecehkan saya. Cinta saya bahkan pernah ditolak, hanya gara-gara saya jelek dan botak. Dunia rasanya mau kiamat buat saya. Seharusnya orang-orang tidak boleh melakukan diskriminasi berdasar ras, agama, warna kulit, bentuk wajah, atau apapun ..."

Lex tentang penegakan hukum (Kampanye Lex, halaman 47)
"Setiap orang yang ingin menjadi tinggal dan menetap di AS, harus terdaftar sebagai warga negara AS melalui prosedur keimigrasian yang resmi. Apa yang bisa dikatakan kepada seorang "asing" yang tidak mau mengikuti aturan, tidak mau mendaftar ke imigrasi, tanpa identitas yang jelas, tidak membayar pajak, main hakim sendiri, suka ngebut, dan membahayakan keselamatan orang lain?"

Lex tentang patriotisme (Lex Sang Presiden, halaman 62)
"Siapakah Superman itu? Dia adalah seorang "alien" yang hidup di tengah-tengah kita. Hidup bersama kita, berusaha menjadi seperti kita, tapi dia tidak mengikuti aturan kita. Kita tidak mengetahui apa keinginan sebenarnya dari dia, mengingat kita tidak pernah mengetahui identitas sebenarnya dari dia. Yang kita tahu, dia mempunyai senjata pemusnah masal. Dengan potensi yang dimilikinya, ia bisa menjadi tiran dan berbalik menyerang AS".

"Kita harus dapat membuat senjata yang dapat melumpuhkan semua musuh AS baik dari dalam maupun luar bumi. "

"Jika hari ini kita membolehkan seorang "alien" tinggal secara ilegal, mungkin besok kita harus menghadapi serbuan agresi mereka".

Lex tentang kesuksesan (Lex, pengusaha sukses, halaman 38)
"Saya tidak mengandalkan otot dan tingkah laku Santa Claus untuk meraih popularitas dan keberhasilan, saya menggunakan otak dan kerja keras".


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg