LinkLong Road to Heaven, film kisah tragedi BaliJan 27, '07 1:51 PM
for everyone
Link: http://www.kalyanashira.com/longroadtoheaven/

Di Amerika, banyak film yang mengisahkan tentang tragedi 9/11 baik dari sisi dokumenter maupun analisis-analisis di balik itu. Di Indonesia tragedi pengeboman di Bali menyisakan banyak luka dan prasangka, dan butuh banyak waktu untuk memulihkan semua itu. Kerugian materi mungkin bisa diganti dan dicari. Tapi nyawa yang hilang tidak akan kembali. Lalu untuk apa segala pengorbanan itu? Untuk suatu ideologi atau apa? Ataukah kemanusiaan sudah luntur demi suatu janji surga?

Long Road to Heaven, film garapan baru Kalyana Shira bukanlah film dokumenter tentang tragedi pengeboman Bali. Ia bercerita seputar dan mengambil setting saat itu. Suatu upayah yang gigih dari kaum film Indonesia untuk menjembatani hal-hal yang perlu dijembatani. Ketidakpedulian adalah salah. Penyalahan terhadap korban jauh lebih salah lagi. Semoga kita bisa saling memahami dan bergandengan tangan, merintis jalan menuju perdamaian abadi.

16 CommentsChronological   Reverse   Threaded
arifbastari wrote on Jan 27, '07
Perlu diluruskan siapa sebenarnya yang melakukan Peristiwa 911, di Amerika kalangan Islam menemukan beberapa kejanggalan. dan tentang Bali ternyata Abubakar tidak terlibat dgn peristiwa itu.
marlene18 wrote on Jan 27, '07
PEACE aja
yohanesss wrote on Jan 27, '07
Lebih baik menunggu versi VCD nya, nanti aku baru beli.
ardian923 wrote on Jan 27, '07
Saya yakin muslim tidak akan mendukung aksi bom Bali. Bali bukan medan perang sebagaimana tempat-tempat sipil lain yang terkoyak tragedi bom. Demikian juga WTC (lepas dari kontroversi rekayasa pelakunya). Mati untuk ideologi bukan "barang baru"*walaupun saya belum kebayang punya keberanian untuk itu :)*. Namun seperti Jepang zaman dahulu, lepas dari penilaian benar-salah, mereka (kamikaze) melakukannya di medan perang.


ancillaysi wrote on Jan 27, '07
kemungkinan, film ini ingin memberikan "wajah" lain dibalik kejadian itu... bahwa dunia ini tidak dengan mudahnya diberi penghakiman "hitam" dan "putih" walau secara hukum tentu tetap ada yang namanya "benar" dan "salah". tapi manusia pada dasarnya tidak ada yang benar-benar "setan" ataupun "malaikat"...

mungkin lho yaaaaaa...
khaidarmak wrote on Feb 5, '07
dah ada yg nonton blom ya?
ryono wrote on Feb 22, '07
Saya yakin muslim tidak akan mendukung aksi bom Bali. Bali bukan medan perang sebagaimana tempat-tempat sipil lain yang terkoyak tragedi bom. Demikian juga WTC (lepas dari kontroversi rekayasa pelakunya). Mati untuk ideologi bukan "barang baru"*walaupun saya belum kebayang punya keberanian untuk itu :)*. Namun seperti Jepang zaman dahulu, lepas dari penilaian benar-salah, mereka (kamikaze) melakukannya di medan perang.


kenapa yach..saya katakan sebagian loh ada juga muslim yang "mendukung" tragedi bom bali, yach seperti Ust Abu bakar Ba'asyir bilang "tujuannya benar, cara aja yang salah", ada juga yang (malu) untuk terang-terangan mengutuk tapi tidak mendukung.
Point saya adalah kenapa sebagian umat beragama sekarang lebih suka Kamikaze kematian sey..ketimbang Kamikaze kehidupan..jangan2 kita sudah dihinggapi putus asa (apatis) sehingga kita lebih berani mati ketimbang berani hidup, biasanya orang yang apatis lebih mudah diindoktrinasi oleh "ustadz provokatoR"..liat aja kasus POso, mereka orang-orang muda yang polos, lugu dengan gampang bilang "orang-orang kafir, halal darahnya", termasuk dimutilasi, di bom, dirampok, kalau kami (tersangka kasus POso. red) mati, ya kami mati syahid, kalau syahid ya imbalannya Surga-begitu kata ustadz X, Y, Z memberi doktrin teologi kebencian disetiap pengajiannya.
wikan wrote on Feb 22, '07
jaman akhir ... susah buat cari kerja halal, penghidupan susah, akhirnya terjebak iming2 surga dengan sekali "buum".
ryono wrote on Feb 23, '07
bung wikan..senang kenal anda
wikan wrote on Feb 23, '07
ryono said
bung wikan..senang kenal anda
sama2 Riyono :)
mrnoxious wrote on Mar 11, '07
oooo udah pada kenal toh :)
wikan wrote on Mar 12, '07
oooo udah pada kenal toh :)
salam kenal juga mr. noxious :)
mrnoxious wrote on Mar 14, '07
Salam kenal kembali mas Wikan :)
sunflower20 wrote on Mar 25, '07
wah saya kmrn habis nonton the number 23..dan mikir 9 september 2001 kalau ditambah juga menjadi 23, yang artinya 666 :D...terlepas dri itu saya tertarik pengen nonton film itu..
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg