Saya yakin muslim tidak akan mendukung aksi bom Bali. Bali bukan medan perang sebagaimana tempat-tempat sipil lain yang terkoyak tragedi bom. Demikian juga WTC (lepas dari kontroversi rekayasa pelakunya). Mati untuk ideologi bukan "barang baru"*walaupun saya belum kebayang punya keberanian untuk itu :)*. Namun seperti Jepang zaman dahulu, lepas dari penilaian benar-salah, mereka (kamikaze) melakukannya di medan perang.

kenapa yach..saya katakan sebagian loh ada juga muslim yang "mendukung" tragedi bom bali, yach seperti Ust Abu bakar Ba'asyir bilang "tujuannya benar, cara aja yang salah", ada juga yang (malu) untuk terang-terangan mengutuk tapi tidak mendukung.
Point saya adalah kenapa sebagian umat beragama sekarang lebih suka Kamikaze kematian sey..ketimbang Kamikaze kehidupan..jangan2 kita sudah dihinggapi putus asa (apatis) sehingga kita lebih berani mati ketimbang berani hidup, biasanya orang yang apatis lebih mudah diindoktrinasi oleh "ustadz provokatoR"..liat aja kasus POso, mereka orang-orang muda yang polos, lugu dengan gampang bilang "orang-orang kafir, halal darahnya", termasuk dimutilasi, di bom, dirampok, kalau kami (tersangka kasus POso. red) mati, ya kami mati syahid, kalau syahid ya imbalannya Surga-begitu kata ustadz X, Y, Z memberi doktrin teologi kebencian disetiap pengajiannya.