LinkPerbedaan Suku bukanlah Halangan untuk BersatuJan 5, '07 11:23 AM
for everyone
Link: http://yohanes.risna.info/

Banyak insipirasi yang bisa kita dapat dari kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Seperti kisah temen saya ini, Risna dan Jo. Bagaimana mereka mengarungi percintaan dengan "jalan belakang" (backstreet), sebelum akhirnya pernikahan (akan) menyatukan mereka di 27 Januari 2007 ini.

Betapa di jaman modern ini pula, di saat orang bisa menoleransi perbedaan, ternyata ada pula yang masih memperbesar perbedaan-perbedaan dan jurang tersebut. Tetapi Jo dan Risna membuktikan cinta mengalahkan segalanya (Love conquers all).

Selamat buat Jo dan Risna. Tuhan memberkati.

14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
bungabobon wrote on Jan 5, '07
selamat............
wikan wrote on Jan 5, '07
ada kisahnya juga di websitenya itu. Seru. Kayak novel aja. Pake kejar-kejaran :)
merlyna wrote on Jan 5, '07
seru kisahnya.. thanks for sharing ya. inspirational.
moharifwidarto wrote on Jan 5, '07
aku dilahirkan dari bokap jawa dan ibu sunda. lalu aku menikah dengan perempuan sunda. kalau soal backstreet, mungkin sesama sku pun ada yang mengalami. nggak harus beda suku.
bungabobon wrote on Jan 6, '07
wikan said
ada kisahnya juga di websitenya itu. Seru. Kayak novel aja. Pake kejar-kejaran :)
o.ya...entar gw tilik deh!.............
tedoun wrote on Jan 6, '07
Tulisan Yohanes risna itu asyik juga, thanx Wik memberikan wacana baru mengenai perkawinan nusantara disini disaat banyaknya orang-orang yang menginginkan separatisme hal ini walaupun kecil tetapi memiliki makna besar yakni persatuan dan kesatuan bangsa, satu dari Sumatera satu Jawa tetapi dapat bersatu padu menuju kebahagiaan abadi. Aku tuh malah lebih gelo lagi, mama Ceko papa Sunda jaraknya cuma 10.822 Km tetapi yah memang dasarnya Cinta dan jodoh ya mau bilang apa lagi.....
Bye....
wikan wrote on Jan 7, '07
aku dilahirkan dari bokap jawa dan ibu sunda. lalu aku menikah dengan perempuan sunda. kalau soal backstreet, mungkin sesama sku pun ada yang mengalami. nggak harus beda suku.
yah banyak orang tua jaman sekarang yang sudah nggak mempermasalahkan soal suku. kalau itu sih nggak usah dipemasalahkan. (perkawinanmu lancar2 saja kan Bang?). cuman yang aku herankan, ternyata kok ya masih ada juga yang mempermasalahkan ya?

ha ha ... jangan2 aku yang salah. jangan2 mayoritas orang tua masih punya stereotyp negatif tentang pernikahan beda suku, dan yang bisa menerimanya malah minoritas.
wikan wrote on Jan 7, '07
tedoun said
Tulisan Yohanes risna itu asyik juga, thanx Wik memberikan wacana baru mengenai perkawinan nusantara disini disaat banyaknya orang-orang yang menginginkan separatisme hal ini walaupun kecil tetapi memiliki makna besar yakni persatuan dan kesatuan bangsa, satu dari Sumatera satu Jawa tetapi dapat bersatu padu menuju kebahagiaan abadi. Aku tuh malah lebih gelo lagi, mama Ceko papa Sunda jaraknya cuma 10.822 Km tetapi yah memang dasarnya Cinta dan jodoh ya mau bilang apa lagi.....
Bye....
benar sekali Ted ... begitu banyak orang yang tidak bisa menerima perbedaan karena stereotyp-stereotyp dan ketakutan2 yang tidak wajar, bukan karena fakta. jadi orang menolak anaknya kawin dengan suku ini karena suku ini begini, jangan suku itu karena suku itu begitu. Bukan karena personality dari seseorang, tapi lebih karena adat istiadat turun temurun yang gak jelas juga asal muasalnya.

mungkin menarik juga soal orangtuamu Ted. apakah keduanya sempat mengalami penolakan dari orang2 di sekitar, atau menerima begitu saja?
tedoun wrote on Jan 7, '07
wikan said
mungkin menarik juga soal orangtuamu Ted. apakah keduanya sempat mengalami penolakan dari orang2 di sekitar, atau menerima begitu saja?
Jelas pada awalnya nenekku itu yang di Ceko takut kalau anaknya dibawa kenegeri yang jauh dan tidak dikenal, dan mereka pada saat itu tahunya cuma bahwa di Indonesia banyak kanibalnya (dulunya dikatakan bahwa Borneo, Sumatra dan Papua sarang kanibal)....kita sih bisa aja maklum soalnya diawal-awal 70-an di Eropa berita-berita tidak secanggih seperti sekarang ini, orang hanya tahu apa yang disuapi didepan mereka. Apalagi ddukung oleh acara-acara televisi atau film pendek dibioskop yang menyajikan hanya wilayah-wilayah eksotis belaka dari suatu negara ketiga seperti Asia atau Afrika - akhirnya kita pindah ke Indonesia setelah ortu mama meninggal keduanya. Di Indonesia juga begitu, waktu pulang nini yang berlatar belakang darah biru (aki sudah meninggal waktu itu..)juga khawatir bahwa putranya yang paling kecil, yang disekolahkan keluar negeri berubah menjadi "bule minded" maklumlah namanya juga orang "feodal" yang takut kalau-kalau anaknya yang disayanginya itu tidak lagi mengikuti budaya keluarga yang ketat, birokratis dll. Tapi untunglah papa bisa mengambil hati nini, juga (alm) mamaku sehingga keduanya justru menjadi favorit beliau. Bayangin aja kalau papa dan keluarga belum datang kerumah nini, semua kakak-kakaknya yang lebih tua harus menunggu sampai kami datang. Begitulah sedikit "CERPEN" keluargaku yang memang agak ribet tapi pada akhirnya mulus juga.
wikan wrote on Jan 7, '07
wah menarik juga ceritanya, Ted. Tapi menurutku hebat juga nini, punya pemikiran yang maju, menyekolahkan anaknya ke luar negeri. Kayaknya jaman segitu masih jarang ya, orang yang menyekolahkan anaknya ke luar negeri, dengan berbagai macam pertimbangan dan resiko (termasuk anaknya jadi "bule minded", anaknya kawin dengan orang asing, dll).

Tapi, mungkin lebih lucu pandangan orang Ceko kepada kita (orang Indonesia) ya. Kira2 masih ada gak orang Ceko yang mengira bahwa Indonesia cuman hutan belantara? :)
leolintang wrote on Jan 7, '07
iya sih... biasanya sih kalo cewe batak ama cowo non batak suka ditentang
tapi kalo cowo batak ama cewe non batak sih gak papa...
temen2 gw banyak yang masih kaya gitu koq...

btw... si joe yang buat antivirus brontok itu ya... gw denger programnya dibeli ama microsoft... isu-isu sih dapetnya gede....
hehehehe
tedoun wrote on Jan 7, '07
wikan said
Tapi, mungkin lebih lucu pandangan orang Ceko kepada kita (orang Indonesia) ya. Kira2 masih ada gak orang Ceko yang mengira bahwa Indonesia cuman hutan belantara? :)
Masih ada yang mengkotak-kotakkan bangsa-bangsa dunia ketiga artinya tidak hanya Indonesia tapi wilayah lainnya, masih dianggap terbelakang gitu atau mungkin digunakan untuk meraih turis sebanyak-banyaknya...biro-biro perjalanan yang memancing turisnya untuk pergi ke papua, hutan-hutan Kalimantan, Sumatera dll mungkin karena sarat dengan eksotisnya bagi mereka. Memang kadang-kadang hati kecil agak sebel kalau ada orang Ceko yang mengadakan pameran ttg Indonesia yang dipamerkan foto-foto dan perlengkapan orang-orang suku Dani yang masih telanjang begitu, sehingga mendengar komentar para pengunjung juga bikin sakit telinga....tapi justru itulah kekayaan kita yang tidak dimiliki mereka, mana ada orang Eropa yang masih memakai baju kulit dan tinggal di gua? nah itulah kehebatan Indonesia....dari pencakar langit sampai suku Dani!.....Bravo Indonesia
amilia25 wrote on Jun 8, '07
Salam kenal..
Mpnya seru sekali :)
Wish you great days and much postiv energy for your work and family :)

Silahkan mampir di MP saya..
wikan wrote on Jun 8, '07
Salam kenal..
Mpnya seru sekali :)
Wish you great days and much postiv energy for your work and family :)

Silahkan mampir di MP saya..
salam kenal juga amilia :)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg