Salah satu bagian dari takdir sebenarnya adalah bahwa manusia tidak bisa memilih pada jaman apa ia dilahirkan. Manusia tidak bisa memilih dari orang tua mana ia lahir dan ia juga tidak bisa memilih di mana dia lahir, pada bangsa apa ia dilahirkan. Maka mestinya manusia mempunyai kedudukan yang sederajat baik di mata Tuhan maupun di mata manusia. Mereka punya kesempatan yang sama buat hidup dan berusaha dengan sebaik-baiknya. Mengakses kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan yang layak dan memperoleh kesejahteraan seperti yang diinginkan.
Beberapa orang mencoba mengingkari takdir dengan menyalahkan jaman di mana ia tumbuh dan berkembang. Ia merasa hidup pada masa yang salah, selalu memandang masa lalu sebagai suatu bentuk ideal yang harus dirujuk. Segala bentuk keberhasilan dan pencapaian di masa kini dipandang dalam bentuk negatif dan sebagai bentuk kebobrokan moral. Padahal di masa lalu juga telah banyak terjadi kerusakan dan kebobrokan yang mungkin lebih dahsyat daripada sekarang.
Apa yang bisa mengubah pola pikir manusia yang demikian? Bukankah kita semestinya bersyukur pada apa yang telah dikaruniakan Tuhan kepada kita? Pada masa apa kita lahir, seharusnya kita bersyukur dan memandang tantangan yang kita hadapi di masa kini sebagai suatu bentuk misi yang kita emban. Dan ada yang harus kita percaya, bahwa jika Tuhan bisa menyelamatkan orang-orang baik di masa lalu, tentu saja Tuhan akan menyelamatkan orang-orang baik di masa kini dan masa yang akan datang. Jadi mengapa berkeluh kesah dan menyalahkan jaman?