Dalam bukunya „Drucker on Asia“, Peter F. Drucker menceritakan mengenai seorang pematung Yunani terkenal bernama Phidias yang ditugaskan untuk membuat patung di atas bukit tertinggi di Athena. Saat Phidias menunjukkan tagihannya kepada dewan kota, mereka menolak dengan alasan, Phidias memberi tagihan buat pembuatan patung seluruh badan, muka dan belakang. Buat apa itu semua, toh tidak ada yang melihat bagian belakang, karena patung itu berada di ketinggian? Phidias pun berkata, bahwa Tuhan melihatnya.
***
Kesempurnaan bukanlah kondisi statis yang diterima begitu saja sebagai anugrah dari Tuhan. Kesempurnaan dibangun dari hal-hal dasar yang kemudian diukir dan dipahat dengan kerja keras dan doa yang tak henti-hentinya. Dan satu lagi, lakukan itu dengan penuh keikhlasan untuk Tuhan Yang Maha Kuasa.