Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 5, '12 12:55 AM
for everyone

Dalam bukunya „Drucker on Asia“, Peter F. Drucker menceritakan mengenai seorang pematung Yunani terkenal bernama Phidias yang ditugaskan untuk membuat patung di atas bukit tertinggi di Athena. Saat Phidias menunjukkan tagihannya kepada dewan kota, mereka menolak dengan alasan, Phidias memberi tagihan buat pembuatan patung seluruh badan, muka dan belakang. Buat apa itu semua, toh tidak ada yang melihat bagian belakang, karena patung itu berada di ketinggian? Phidias pun berkata, bahwa Tuhan melihatnya.

 

***

 

Kesempurnaan bukanlah kondisi statis yang diterima begitu saja sebagai anugrah dari Tuhan. Kesempurnaan dibangun dari hal-hal dasar yang kemudian diukir dan dipahat dengan kerja keras dan doa yang tak henti-hentinya. Dan satu lagi, lakukan itu dengan penuh keikhlasan untuk Tuhan Yang Maha Kuasa. 


22 CommentsChronological   Reverse   Threaded
anotherorion wrote on Feb 5
koyo nembok omah biasane sik mburi jih ketok botone
wayanlessy wrote on Feb 5
Tapi kl rapi dan batanya bata gosok..malah jadi bagus yah..tapi keliatan siy yah kl bata mringis karena nggak niat dibagusin sama bata yg memang ditujukkan dlm rangka seni..
wayanlessy wrote on Feb 5
wikan said

Dalam bukunya „Drucker on Asia“, Peter F. Drucker menceritakan mengenai seorang pematung Yunani terkenal bernama Phidias yang ditugaskan untuk membuat patung di atas bukit tertinggi di Athena. Saat Phidias menunjukkan tagihannya kepada dewan kota, mereka menolak dengan alasan, Phidias memberi tagihan buat pembuatan patung seluruh badan, muka dan belakang. Buat apa itu semua, toh tidak ada yang melihat bagian belakang, karena patung itu berada di ketinggian? Phidias pun berkata, bahwa Tuhan melihatnya.

 

***

 

Kesempurnaan bukanlah kondisi statis yang diterima begitu saja sebagai anugrah dari Tuhan. Kesempurnaan dibangun dari hal-hal dasar yang kemudian diukir dan dipahat dengan kerja keras dan doa yang tak henti-hentinya. Dan satu lagi, lakukan itu dengan penuh keikhlasan untuk Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Sempurnanya manusia selalu dlm arti progresif, nggih mas?
martoart wrote on Feb 5, edited on Feb 5
wikan said
Dalam bukunya „Drucker on Asia“, Peter F. Drucker menceritakan mengenai seorang pematung Yunani terkenal bernama Phidias yang ditugaskan untuk membuat patung di atas bukit tertinggi di Athena. Saat Phidias menunjukkan tagihannya kepada dewan kota, mereka menolak dengan alasan, Phidias memberi tagihan buat pembuatan patung seluruh badan, muka dan belakang. Buat apa itu semua, toh tidak ada yang melihat bagian belakang, karena patung itu berada di ketinggian? Phidias pun berkata, bahwa Tuhan melihatnya.
Kalo kisahnya persis dengan yg aslinya di mitologi Yunani, apa perlunya menyebutkan Drucker?
wikan wrote on Feb 5
Kalo kisahnya persis dengan yg aslinya di mitologi Yunani, apa perlunya menyebutkan Drucker?
soalnya saya baca di Drucker :)
martoart wrote on Feb 5
nanti kalo ada seseorang yg nulis tentang hal ini dari hasil membaca postingan gudangku, seseorang itu akan menulis;

Dalam postingan MartoArt yang mengutip tulisan Wikan dimana menyitir kalimat dari buku "Drucker on Asia“, Peter F. Drucker menceritakan mengenai seorang pematung Yunani terkenal bernama Phidias bla bla ...

*jadi inget hadis
wikan wrote on Feb 6
nanti kalo ada seseorang yg nulis tentang hal ini dari hasil membaca postingan gudangku, seseorang itu akan menulis;

Dalam postingan MartoArt yang mengutip tulisan Wikan dimana menyitir kalimat dari buku "Drucker on Asia“, Peter F. Drucker menceritakan mengenai seorang pematung Yunani terkenal bernama Phidias bla bla ...

*jadi inget hadis
ha ha ... soale aku juga belum pernah denger mitologi itu sebelumnya sih, kecuali dari Drucker :)
martoart wrote on Feb 6
wikan said
ha ha ... soale aku juga belum pernah denger mitologi itu sebelumnya sih, kecuali dari Drucker :)
Boleh potong ke sumber aslinya (mitologi Yunani), kecuali yg di Drucker adalah hasil analisa dari kisah itu.

Kalo gak, berapa banyak lagi pohon yg harus ditebang untuk mengakomodir pemborosan kalimat dalam buku buku? he he..
roelworks wrote on Feb 6
tapi ini di internet...?
wikan wrote on Feb 6
Boleh potong ke sumber aslinya (mitologi Yunani), kecuali yg di Drucker adalah hasil analisa dari kisah itu.

Kalo gak, berapa banyak lagi pohon yg harus ditebang untuk mengakomodir pemborosan kalimat dalam buku buku? he he..
ya untungnya multiply pake bit ya ... apa ini termasuk pemborosan listrik juga ya :))
wikan wrote on Feb 6
tapi ini di internet...?
ya itulah :)
martoart wrote on Feb 6
pemborosan waktu bagi yg baca, juga bagi yg ngetik. Listrik yg dipake, dan pohon yg ditebang buat bahan bakar memutar turbin penggerak listrik...


Halaaahh!
roelworks wrote on Feb 6
martoart as editor!
martoart wrote on Feb 6
martoart as editor!
kalo ngurusi pemborosan energi yg dipake listrik kantor buat komputer, rasanya lebih tepat as orang keuangan aja. hahaha...
roelworks wrote on Feb 6
polisi ketak ketik...
martoart wrote on Feb 6
polisi ketak ketik...
boleh nilang?
roelworks wrote on Feb 6
kenapa tidak :D
martoart wrote on Feb 6
baik, kamu kutilang....
wikan emprit....
wikan wrote on Feb 6
baik, kamu kutilang....
wikan emprit....
weleh ada pak pulisi, damai saja deh pak :)
martoart wrote on Feb 6
wikan said
damai
wani piro?
wikan wrote on Feb 6
wani piro?
sampeyan njaluk piro?
martoart wrote on Feb 6
wikan said
sampeyan njaluk piro?
Add a Comment