|
Bukan berita yang aneh sih, saya sudah sering mendengar berita yang kayak gini. Di mana 1. Pemenang olimpiade sains dari Indonesia melarikan diri ke luar negeri buat melanjutkan sekolahnya 2. Negara lain mengiming2-i pemenang olimpiade dari Indonesia untuk melanjutkan studi di tempatnya dengan beasiswa plus berbagai fasilitas lainnya.
Ya itulah, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya. Indonesia masih sibuk dengan urusan2 prestasi permukaan seperti menang olimpiade ini, itu, tapi gak bisa mengurusi mereka setelah mendapatkan kemenangan. Walhasil negara2 lain yang memetik bibit2 itu untuk dipanen di negaranya. Dan Singapura memang adalah salah satu negara yang agresif dalam mengambil bibit2 baik dari Indonesia, senyampang Indonesia sendiri belum bisa membuat bibit2 itu berkembang dengan baik di negaranya.
Kalau menurut Pak Prof Yohanes Surya sih, biarin aja mereka sekolah di luar negeri. Tar kalau Indonesia sudah siap, silakan pulang ke Indonesia, dan kita bangun Indonesia rame-rame. Selama Indonesia belum siap, sayang saja ilmu mereka jika tidak bisa didayagunakan di Indonesia. Sebuah pandangan yang bagus, ketimbang merutuki mereka yang melarikan diri dicap sebagai tidak nasionalis. Suatu sikap yang kampungan, karena nasionalisme tidak bisa diukur hanya dengan ngedon terus di Indonesia. Nasionalis mana ilmuwan asal Indonesia yang menghasilkan penemuan di luar negeri di banding dengan koruptor yang mengkorupsi duit di tanah air?
==
BERITA KOTA edisi Selasa tgl 25 Juli 2006. TAK DAPAT PERHATIAN DARI PEMPROV RIAU JUARA OLIMPIADE HIJRAH Ke SINGAPURA
Tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, peraih medali emas Olimpiade Fisika tingkat Asia memilih pindah ke singapura. Bahkan dikabarkan ia pun tengah mengurus perubahan statusnya sebagai warganegara Singapore.
Purnawirman merupakan salah satu murid berprestasi di Riau.Namanya mengharumkan bangsa Indonesia dalam Olimpiade Fisika tingkat Asia di pekanbaru tahun 2004 silam. Kala itu dia menyabet medali emas. Tak cuma itu, pada 2005, Purnawirman kembali menggondol medali perunggu dalam Olimpiade Fisika tingkat internasional yang dilaksanakan di Spanyol. Atas prestasinya, Pemprov Riau memberinya Janji beasiswa menuju perguruan tinggi favorit. Tapi semua itu Cuma janji belaka. Setelah tamat SMA1 Pekanbaru thn 2005 silam, Purnawirman bersama orang tuanya dikabarkan menagih janji tersebut. Tapi, bolak-balik mengadu ke Pemprov Riau, mereka tidak mendapat tanggapan apapun. Keberhasilannya mengharumkan nama bangsa, ternyata tidak digubris.
Siapa yang tidak jengkel dengan sikap acuh tak acuh tersebut. Walhasil Purnawirman dan orangtuanya mengambil sikap tegas dengan pindah ke Singapura. Kepindahannya ini dipicu karena sudah ada jaminan beasiswa dari Pemerintah Singapura. Sekarang, purnawirman duduk di Bangku kuliah di Nanyang Technological University Singapura. Pemerintah Singapura menanggung seluruh biaya pendidikan pemuda berotak encer ini. Tidak Cuma beasiswa, malah Singapura menjamin masa depannya dengan memberikan pekerjaan yang layak buatnya. Siswa asal Riau yang berprestasi itu kini menjadi asset pemerintah Singapura. Pemerintah Singapura bahkan telah mengajak purnawirman untuk menjadi warganegaranya. Pemindahan kewarganegaraannya masih dalam proses. Anehnya sikap Purnawirman ke singapura ini malah disalahkan oleh Pemprov Riau. Dia dituding tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah atas keinginannya selama ini.
 | hehe..pemerintah seperti itu hanya menunjukkan kebodohan saja ya.. kelamaan nunggu koordinasi jadi basi semua urusan..abis itu ngomel... |
 | wikan wrote on Jul 29, '06 hehe..pemerintah seperti itu hanya menunjukkan kebodohan saja ya.. kelamaan nunggu koordinasi jadi basi semua urusan..abis itu ngomel...  ya seperti itulah kinerja sebagian PNS kita, memprihatinkan :( |
 | memang susah mental bangsa kita, nggak berani bilang salah pada diri sendiri, inginnya dijunjung orang. alhasil ketika dia berbuat salah dan kena batunya jadinya menyalahkan orang lain..... |
 | ya gimana dong....... org2 yang pergi ke luar negeri ngga semuanya ngga nasionalis... tapi banyak yg krn ngga dikasih kesempatan di dalam negeri.... (hihi.. gue jadi curhat)... |
 | wikan wrote on Jul 30, '06 memang susah mental bangsa kita, nggak berani bilang salah pada diri sendiri, inginnya dijunjung orang. alhasil ketika dia berbuat salah dan kena batunya jadinya menyalahkan orang lain.....  benar sekali kana ... orang kita lebih suka mencari kambing hitam ketimbang introspeksi terhadap kesalahan sendiri |
 | wikan wrote on Jul 30, '06 ya gimana dong....... org2 yang pergi ke luar negeri ngga semuanya ngga nasionalis... tapi banyak yg krn ngga dikasih kesempatan di dalam negeri.... (hihi.. gue jadi curhat)...  benar merlin, emangnya nasionalisme bisa diukur dengan tetap tinggal di indonesia atau tidak? lagian di indonesia kesempatan juga susah didapet dengan cara yang fair. seperti kata Prof Yohanes Surya, tar kalau ada kesempatan pulang ke Indonesia, ya Teh Merlin. Kita bangun Indonesia bersama2 :) |
 | saya setuju dengan pak Yo, kalau bangsa ini belum siap menerima mereka, biarkan mereka berkelana di negeri jiran. toh, kalau dibiarkan di dalam negeri hanya demi sepotong nasionalisme, saya nggak yakin ilmu mereka kepake. |
 | wikan wrote on Jul 30, '06 saya setuju dengan pak Yo, kalau bangsa ini belum siap menerima mereka, biarkan mereka berkelana di negeri jiran. toh, kalau dibiarkan di dalam negeri hanya demi sepotong nasionalisme, saya nggak yakin ilmu mereka kepake.  orang India termasuk orang2 yang berkeliaran di mana2 dunia. Hampir semua negara di dunia ada orang Indianya. Tapi jangan tanyakan nasionalisme mereka. Di mana2 mereka selalu pake baju nasional, terutama perempuannya pake baju sari. Dan mereka juga support kemajuan negaranya dari luar negeri. Strateginya sih, kalau India bikin kerja sama dengan negara lain, maka yang mengerjakan projeknya adalah orang India yang ada di negara lain tersebut. Jadinya sama2 menguntungkan India.
Kalau orang Indonesia di luar negeri masih belum sebanyak orang India, orang China, atau orang Jepang. Padahal jumlah penduduk Indonesia nomor empat sedunia. Mungkin orang Indonesia banyak yang masih betah di negaranya (mangan ora mangan kumpul, makan tidak makan kumpul) atau karena aturan imigrasi yang masih menyulitkan warga negara indonesia untuk berada di luar negeri (India memungkinkan warganya untuk punya dua kewarganegaraan, sementara Indonesia belum) |
 | saya termasuk yg kagum sama India, gila tuh negara, sumber daya manusianya hebat. apalagi di bidang IT, wah mereka jago-2. jangan tanya soal jual kain atau bikin sinetron!
kenapa kita gak tiru mereka ya? ayo mas, dari jerman dulu lah.. |
 | as predicted... tapi bagus lah, belon tentu disini juga bakalan keurus... siapa tau dah mateng ntar inget sama tanah kelahirannya =) |
|