Blog EntryCassandra Syndrome dan Dilema PeramalJul 20, '06 8:06 PM
for everyone
Perang Troya telah berakhir. Pasukan Yunani telah mundur dan meninggalkan kuda raksasa di gerbang Troya. Rakyat Troya pun bergembira ria dan menyambut kemenangan itu dengan suka cita, namun Cassandra putri Raja Priam, berteriak-teriak memperingatkan tentang bahaya kuda raksasa itu dan kehancuran Troya. Tidak ada yang mempedulikannya. Raja dan Ratu malah menganggapnya gila dan kemudian mengurungnya. Bencana pun terjadi manakala kuda raksasa tersebut masuk ke Troya. Pasukan Yunani yang bersembunyi di dalam kuda raksasa, keluar dan meluluhlantakkan Troya, persis seperti ramalan Cassandra.

Kisah Cassandra ini kemudian diangkat menjadi fenomena yang menarik dalam dunia psikologi. Seseorang dapat mempunyai kemampuan untuk memprediksi suatu bencana, namun tidak ada orang yang mempercayainya. Di waktu kemudian terbukti bahwa apa yang diramalkannya menjadi nyata. Fenomena ini disebut Cassandra Syndrome, merujuk pada kisah Cassandra yang dikutuk oleh Dewa Apollo untuk mengetahui hal yang terjadi di masa yang akan datang, namun tidak ada orang yang akan mempercayainya.

Beberapa film seperti Twelve Monkeys dan Terminator II, mengangkat tema ini.
Dalam konteks kekinian, tulisan ini (Mama Laurent Sudah Meramal Tentang Musibah Bencana Alam) bisa jadi merupakan contoh Cassandra Syndrome.

Peramal mempunyai dilema dalam menyampaikan ramalan yang buruk. Apabila disampaikan, orang cenderung akan mengabaikannya, menyalahkannya, atau mengecap yang buruk-buruk padanya. Apalagi jika ramalan yang buruk tersebut tidak terjadi, orang akan makin merendahkannya. Namun pada saat ramalan terjadi, sang peramal juga tidak dapat berbuat apa-apa. Dia menjadi menderita akibat ramalan yang dibuatnya, bahkan tampak seperti orang gila, persis seperti yang dialami oleh Cassandra dalam mitologi Yunani.

Sumber:
Cassandra Syndrome
Cassandra


ernichka77 wrote on Jul 20, '06
Serba salah juga sih Mas, kalau kita percaya pada 'peramal' dibilangnya musyrik. Tapi kalau gak percaya, kenyataannya emang ada orang yang mendapat anugerah (atau musibah????) untuk mengetahui hal yang akan terjadi.
wikan wrote on Jul 21, '06
Serba salah juga sih Mas, kalau kita percaya pada 'peramal' dibilangnya musyrik. Tapi kalau gak percaya, kenyataannya emang ada orang yang mendapat anugerah (atau musibah????) untuk mengetahui hal yang akan terjadi.
Beberapa peramal memang mencari duit dari hasil menjual ramalannya, seperti ramalan bintang, ramalan jodoh atau rejeki, ramalan bola, ramalan nomor buntut dll ... dan ini yang menurut saya termasuk kategori musyrik jika mempercayainya. Beberapa orang dengan kemampuan khusus memang bisa mengetahui kejadian di masa yang akan datang, tapi kebanyakan dari mereka berusaha untuk menyembunyikan diri dari keramaian, berusaha untuk menjadi orang normal, dan terperangkap dalam kengerian2 yang diakibatkan ramalan yang menjadi kenyataan, tanpa ia bisa menghindarkannya.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg