Blog EntryPenjualan Mobil Baru di Indonesia akan dilarang?Apr 21, '07 6:48 AM
for everyone
Berita dari http://english.aljazeera.net/NR/exeres/67836901-0B46-4628-890C-FC3725D7F4CC.htm

Disebutkan bahwa, dalam upaya pengurangan polusi di kota-kota besar, maka penjualan mobil-mobil baru akan dilarang. Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar mengatakan bahwa langkah ini dapat berdampak buruk pada berkurangnya tenaga kerja di bidang otomotif. Tapi ini adalah "pil pahit" yang harus diambil untuk "kesehatan" bersama. Dan seterusnya, baca aja sendiri dari sumber berita.

Komentar saya ...
1. Saya kok nggak yakin, bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah sedrastis ini. Dulu saja pada saat kampanye penghematan BBM, subsidi dihapuskan, tapi tetap saja banyak mobil yang berlalu lalang di jalanan.
2. Yang mengatakan ini menteri negara lingkungan hidup, bukan menteri yang membawahi departemen. Kekuasaan kementerian negara masih di bawah departemen. Apalagi departemen perindustrian dan perdagangan pasti mencak-mencak kalau industri otomotif diganggu. Terus departemen tenaga kerja bakalan pusing juga kalau pengangguran bertambah gara2 pabrik mobil ditutup.
3. Tidak ada koordinasi kebijakan di tingkat pemerintah. Apa maksudnya menteri lingkungan hidup mengatakan hal ini? Jika memang kebijakan pemerintah adalah pengurangan polusi besar-besaran di kota besar, maka perlu upaya yang koordinatif dan gradual dalam penanggulangannya. Bukan main ambil langkah sendiri. Takutnya malah hal kayak gini jadi kontraproduktif. Misalnya, pengurangan mobil pribadi hendaknya dibarengi pula dengan peningkatan kualitas kendaraan umum. Lha sekarang alternatif kendaraan umum masih terbatas, orang lebih memilih untuk punya kendaraan pribadi. Kalau mobil dilarang, apa mau disuruh jalan kaki?
4. Pelarangan pemakaian mobil baru justru kontraproduktif, karena justru kendaraan lama lebih banyak gas buang yang polutif. Semakin lama suatu kendaraan, apalagi kalau nggak dirawat dan tidak diadakan uji emisi, makin tinggi pula polusinya. Sementara kalau kendaraan baru justru lebih bagus proses pembakarannya. Sebelumnya malah ada kebijakan pelarangan mobil usia tertentu (misal di atas 20 tahun) untuk operasional di jalan raya. Di Singapura, mobil-mobil lama juga udah gak dipakai dan biasanya "dibuang" (dijual) ke Indonesia. Saran saya sih, kalau mau bikin kebijakan kayak gini, mending dikasih pembatasan mobil baru dengan syarat tertentu (misal ramah lingkungan) yang boleh masuk ke indonesia.

13 CommentsChronological   Reverse   Threaded
pr1v4t3c001 wrote on Apr 21, '07
Betul itu... setuju...
Tapi memang sudah saatnya kita meningkatkan kesadaran lingkungan secara sungguh-sungguh...

Jika langkah penghapusan penjualan mobil baru dianggap terlalu drastis, karena akan mematikan sektor industri otomotif serta melambungkan angka pengangguran, yang mestinya di berantas...

Mungkin kita dapat mempertimbangkan dilakukannya pembatasan-pembatasan atas kepemilikan kendaraan bermotor.

Mulai dari meningkatkan pajak kepemilikan kendaraan bermotor, pembatasan tahun operasi kendaraan bermotor, penghapusan sunsidi BBM secara bertahap, dan yang terpenting pemerintah harus menambah serta meningkatkan pelayanan atas penggunaan angkutan masal.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi ketidakpuasan masyarakat jika kebijakan-kebijakan yang tidak populis diambil...

Karena pada dasarnya kerja pemerintahan yang ditunjuk langsung oleh rakyat dinilai berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang dibuat dan dikalankan selama masa pemerintahan tersebut.


wisat wrote on Apr 21, '07
wikan said
Saya kok nggak yakin, bahwa pemerintah Indonesia akan mengambil langkah sedrastis ini.
Saya juga tak yakin. Kalau melihat susunan kata-katanya sih tampaknya ini baru wacana. Jalan menuju kebijakan masih panjang, apalagi industri otomotif Indonesia punya lobi yang kuat di kalangan pemerintahan. DItambah lagi, dua tahun menjelang pemilu, rasaya tak akan ada pejabat yang berani mengambil resiko meningkatkan angka pengangguran.

Al Jazeera:
Rachmat said that "if we don't take further action, the numbers of cars and motorcycles will exceed our country's population".

The freeze on car sales would be part of a national programme where cities will be ranked based on air quality.

"If there is no progress in restoring air quality, we will [stop car sales completely]," Rachmat said.

tianarief wrote on Apr 21, '07
menurutku, dilarang juga gak masalah. hehehe. :D *naik sepeda saja*
murazza wrote on Apr 21, '07
Melarang penjualan mobil baru sulit dilakukan, sampai suatu saat dimana kehandalan public transport sudah ditingkatkan Mas.
Sebetulnya pengurangan jumlah mobil yang 'beredar' akan berdampak baik: penghematan energi, pengurangan emisi gas buang dll dkk. cuma ya itu seperti suah disinggung, ini pekerjaan besar, lintas departemen :)
stellitsa wrote on Apr 21, '07
gak mungkin lah ini terjadi. kalo emang mo ngurangi berkendaraan pribadi seharusnya dibikin kebijakan pejabat2 (misal kl ngantor ) gak boleh naik kendaraan pribadi. jadinya otomatis nanti kendaraan umum akan lebih diperhatikan dan diperbaiki. krn mana mungkin pejabat mau naik bis umum kualitas indo. jadi pasti pelan2 kualitas kendaraan umum akan ditingkatkan.
wikan wrote on Apr 21, '07
menurutku, dilarang juga gak masalah. hehehe. :D *naik sepeda saja*
ha ha ... bisa aja pak tian ...
mau nanya nih, di indonesia ada gak ya jalan yang ramah kepada pemakai sepeda?
kalau kayak di sini, untuk sepeda dikasih jalur khusus di sebelah trotoar, jadi pejalan kaki aman, pengguna sepeda juga aman, tidak kesrempet mobil. makanya banyak orang, terutama mahasiswa, yang ke mana-mana naik sepeda.

di china juga banyak orang pake sepeda kan?
kalau menurut saya, usul pak tian ini masuk akal kok. kalau saja sepeda dikasih lajur khusus dan dijamin keselamatannya, terus diperbanyak angkutan umum dan diperbagus kualitasnya, niscaya orang juga mau beralih ke moda angkutan yang lebih sehat dan tidak polutif.
wikan wrote on Apr 21, '07
Betul itu... setuju...
Tapi memang sudah saatnya kita meningkatkan kesadaran lingkungan secara sungguh-sungguh...

Jika langkah penghapusan penjualan mobil baru dianggap terlalu drastis, karena akan mematikan sektor industri otomotif serta melambungkan angka pengangguran, yang mestinya di berantas...

Mungkin kita dapat mempertimbangkan dilakukannya pembatasan-pembatasan atas kepemilikan kendaraan bermotor.

Mulai dari meningkatkan pajak kepemilikan kendaraan bermotor, pembatasan tahun operasi kendaraan bermotor, penghapusan sunsidi BBM secara bertahap, dan yang terpenting pemerintah harus menambah serta meningkatkan pelayanan atas penggunaan angkutan masal.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi ketidakpuasan masyarakat jika kebijakan-kebijakan yang tidak populis diambil...

Karena pada dasarnya kerja pemerintahan yang ditunjuk langsung oleh rakyat dinilai berdasarkan tingkat kepuasan masyarakat atas kebijakan-kebijakan yang dibuat dan dikalankan selama masa pemerintahan tersebut.


iya, memang mestinya langkah2 penyelamatan lingkungan harus segera dilakukan dan diupayakan secara koordinatif. di eropa saat ini tengah dikembangkan mobil2 baru dengan bahan bakar hybrid (biofuel + BBM) dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan kepada BBM dan mengurangi polusi. Jika langkah seperti ini bisa ditiru di Indonesia, niscaya udara Indonesia bisa lebih bersih dan tidak tercemari lagi.
w0rm5 wrote on Apr 21, '07
bukannya kebalik ya? bukannya harusnya mobil2 lama yg di ban?
produsen2 mobil skr kan ngedepanin kampanye mobil yg ramah lingkungan....
tianarief wrote on Apr 21, '07
wikan said
mau nanya nih, di indonesia ada gak ya jalan yang ramah kepada pemakai sepeda?
mas wikan, di indonesia ini, jangankan di jalanan, wong di rumah sendiri aja berpotensi bahaya kok (kebakaran, gempa, banjir, gunung berapi). jadi, diri kita sendiri lah yang harus membuat kita merasa nyaman dan aman. ketiadaan jalur sepeda, bukan berarti memadamkan niat baik bersepeda ke mana-mana (salut buat para aktivis b2w yang sudah mengampanyekan bersepeda ke tempat kerja). :D
wikan wrote on Apr 22, '07
mas wikan, di indonesia ini, jangankan di jalanan, wong di rumah sendiri aja berpotensi bahaya kok (kebakaran, gempa, banjir, gunung berapi). jadi, diri kita sendiri lah yang harus membuat kita merasa nyaman dan aman. ketiadaan jalur sepeda, bukan berarti memadamkan niat baik bersepeda ke mana-mana (salut buat para aktivis b2w yang sudah mengampanyekan bersepeda ke tempat kerja). :D
dan sekarang? mas tian sudah berangkat ke kantor naik sepeda? :)
tianarief wrote on Apr 22, '07
wikan said
dan sekarang? mas tian sudah berangkat ke kantor naik sepeda? :)
jaga "tanggal mainnya". hihihi. :P
thefool wrote on Apr 22, '07, edited on Apr 22, '07
Iya, Wik. Praktik yang ada malah kebalik kok dengan omongannya. Pembagi jalan Thamrin Jakarta, misalnya, baru saja dihancurkan supaya jalan jadi lebih lebar. Dan dipakenya ya untuk mobil lagi. Gagasan mengikuti kebijakan Singapura untuk melarang mobil yang berusia lebih dari 10 tahun masuk kota juga baru dicetuskan oleh DKI. Tapi pengawasan dan praktik uji emisi aja nggak beres.

Intinya, mengumbar kata-kata sih gratis. Pelaksanaannya yang penting. Seperti yang disampaikan Lawrence Haughton, "It's not what you say, it's what you do."

Orang-orang yang bersepeda ke Jakarta sudah bikin organisasi sendiri, kok, Wik. Namanya Bike2Work. Google aja. Aku seh, di Bandung aja udah nggak tahan lagi. Sepedaku udah berkarat sekarang rantainya, nggak dipake-pake lagi, huehueh. (Jadi inget dulu waktu Divusi masih di Labtek V, sepedanya sampai kutenteng ke lantai 3, haha. Banjir keringat.)
wikan wrote on Apr 22, '07
thefool said
Orang-orang yang bersepeda ke Jakarta sudah bikin organisasi sendiri, kok, Wik. Namanya Bike2Work. Google aja.
bike2work di jakarta? huh ... di satu sisi mengurangi polusi, di sisi lain menghirup polusi. mungkin perlu pake masker buat berkendara di jakarta. di bandung saja aku udah pake masker buat naik sepeda motor (untuk menanggulangi udara dingin, polusi udara, dll)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Bernd Willenberg